Mahar Pernikahan itu Milik Siapa?

0856 4591 3004 , Mahar Masjid 3 Dimensi
0856 4591 3004 , Mahar Masjid 3 Dimensi

Mahar itu hak murni seorang istri. Ia adalah Harta yang diberikan oleh suami kepada istri terkait dengan akad nikah, begitu sebagian ta’rif (definisi) yang pernah ada tentang apa itu mahar. Walaupun dalam penetapannya terkadang andil orang tua atau wali calon pengantin bisanya sangat kuat. Seakan yang mau menikah itu adalah orang tuanya (hee, peace). Akan tetapi tetap saja yang berhak menerima mahar itu adalah pengantin perempuan, bukan orang tuanya dan bukan pula walinya. Ini sesuai dengan firman Allah SWT:

وَآتُواْ النَّسَاء صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً فَإِن طِبْنَ لَكُمْ عَن شَيْءٍ مِّنْهُ نَفْسًا فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَّرِيئًا

“Berikanlah maskawin kepada wanita sebagai pemberian dengan penuh kerelaan . Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah pemberian itu yang sedap lagi baik akibatnya” (QS. An-Nisa: 4)

Sehingga, upaya untuk memperkaya keluarga lewat jalur mahar yang terkadang ‘dilakukan’ oleh sebagian orang bisa diminimalisir, karena pernikahan bukanlah sebuah perniagaan atau bisnis yang menguntungkan. Pernikahan adalah ibadah yang harus sesuai dengan apa yang syari’atkan kehendaki.

Hanya ada pengecualiaan dimana mahar tersebut boleh diserahkan atau diambil oleh wali calon pengantin, hal ini bisa berlaku ketika calon pengantin perempuan mengizinkannya, atau calon pengantin perempuan ketika dinikahkan masih anak-anak, atau akalnya ada sedikit masalah, dimana dikhawatirkan mahar itu tidak aman ketika diterima oleh pengantin perempuan tersebut.

Belanja Dengan Uang Mahar

Karena mahar adalah hak murni pengantin perempuan, maka mahar yang sudah diterima tersebut 100% miliknya. Mau dibelanjakan apa saja atau mau disimpan dilemari, atau didepositkan atau lainnya boleh-boleh saja. Bahkan suaminya juga boleh menggunakannya jika diizinkan oleh istri.

فإن طِبْنَ لَكُمْ عَن شَيْءٍ مِّنْهُ نَفْسًا فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَّرِيئًا

Baca Juga :  Ide Souvenir Pernikahan Kreatif Yang Bisa Kamu Buat Sendiri Tanpa Bikin Bengkak Anggaran Resepsi

“Jika mereka (istri) menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah pemberian itu yang sedap lagi baik akibatnya.(QS. An-Nisa: 4)

Jika mahar itu sepakat mau dibelanjakan alat-alat rumah tangga juga boleh, karena terkadang kita jumpai sebagian tradisi yang ada di negri kita bahwa harta mahar itu ujung-ujungnya akan berubah menjadi asas al-bait (perabot rumah tangga). Maklum pengantin barukan belum punya apa-apa, dan harta pengantin laki-laki sudah habis duluan untuk walimahan.

Akan tetapi yang demikian dibolehkan atas dasar izin istri, tidak ada perintahnya bahwa istri ‘harus’ membelanjakan harta mahar itu guna memenuhi perabot rumah tangga.