web counter

Kartu Undangan Pernikahan Ideal Yang Sopan dan Beretika

undangan-custom-9
0856 4591 3004 , Undangan Pernikahan Unik Elegan Eksklusif

 

Etika sangat berkaitan dengan kesopanan yang pastinya harus tercermin di setiap kartu undangan pernikahan. Aturan etika yang tepat  juga dapat menjadi penuntun bagi calon pengantin dalam mempersiapkan kartu undangan pernikahan mereka, dari waktu yang tepat untuk mengirimkan kartu undangan pernikahan, bagaimana cara memposisikannya hingga penyusunan kata, model dan warna huruf serta cara penulisan alamat.

Waktu yang tepat untuk mengirim kartu undangan pernikahan

Mengetahui waktu yang tepat untuk mengirim kartu undangan pernikahan merupakan langkah penting untuk memenuhi etika yang tepat. Anda pastinya tidak ingin mengirimkan kartu undangan pernikahan terlalu cepat dan pastinya tidak ingin tamu undangan terlambat menerima kartu undangan pernikahan Anda.

Berikut ini dua panduan sederhana yang dapat menjadi tuntunan dalam penulisan kartu undangan pernikahan:

  1. Pastikan kartu undangan pernikahan anda selesai dicetak paling lambat 2 bulan sebelum Hari H. Dengan demikian Anda memiliki waktu yang cukup untuk memeriksa kartu undangan pernikahan Anda dan menuliskan nama serta alamat tamu yang akan diundang.
  2. Kirimkan kartu undangan pernikahan sekitar 4-6 minggu sebelum Hari H. Jika Anda bermaksud mengadakan undangan pernikahan di kota tertentu, sedangkan umumnya tamu undangan pernikahan Anda berada di kota lain, maka Anda sebaiknya mengirim kartu undangan pernikahan lebih cepat. Perhatikan waktu yang dibutuhkan oleh tamu undangan untuk dapat menghadiri pernikahan Anda.

Pilihan jenis dan warna huruf pada kartu undangan pernikahan

Berikut ini tersaji informasi mengenai etika pemilihan jenis dan warna huruf pada kartu undangan pernikahan. Percaya atau tidak, pemilihan jenis huruf serta warnanya akan menggambarkan pribadi pasangan calon pengantin.

Penulisan nama dan alamat dalam kartu undangan pernikahan

Menulis nama serta alamat tamu yang hendak diundang di acara pernikahan Anda memiliki beberapa aturan dasar antara lain:

  1. Tamu yang masih termasuk keluarga calon pengantin.
    Penulisan nama dapat disertai sebutan kekerabatan seperti opa, oma, paman, bibi dan sebagainya
  2. Tamu yang belum menikah.
    Untuk tamu pria, tetap menggunakan sebutan ‘Tuan’, tapi untuk tamu wanita sebaiknya menggunakan sebutan ‘Nona’. Apabila Anda ingin mengundang pasangannya yang belum Anda ketahui, maka dapat ditambahkan ‘dan rekan’. Contoh: Tuan Albert Handoko dan rekan
  3. Tamu yang telah memiliki pasangan tetapi belum resmi menikah.
    Sebaiknya menuliskan nama lengkap masing-masing dengan sebutan ‘Tuan …. dan Nona …..’.
  4. Tamu yang merupakan pasangan suami istri yang tidak memiliki anak.
    Sebaiknya pada bagian nama tertulis ‘Tuan & Nyonya’ diikuti dengan nama lengkap suami. Contohnya Tuan & Nyonya David Hendrik.
  5. Tamu yang merupakan pasangan suami istri yang memiliki anak.
    Jika Anda tidak bermaksud mengundang anak-anaknya, maka penulisan nama dapat mengikuti aturan no. 4, namun apabila Anda bermaksud mengundang anak-anaknya juga, maka sebaiknya ditambahkan kata-kata ‘dan keluarga’ di bagian akhir nama.
  6. Tamu yang memiliki gelar.
    Jangan lupa mencantumkan gelar yang dimiliki seseorang dalam menuliskan nama di kartu undangan pernikahan. Apabila pihak suami yang bergelar, maka urutan penulisan yang baik adalah ‘Nama gelar & Nyonya’ diikuti nama lengkap suami. Contoh : Ir. & Nyonya Irsan Arifin. Bila pihak istri yang memiliki gelar, maka penulisannya adalah ‘Nama gelar’ diikuti nama lengkap istri & ‘Tuan’ diikuti nama lengkap suami. Contoh: Dr. Hanna Irsan & Tuan Erwin Irsan.

Chat With Me !