Undangan Pernikahan : Fisik atau Digital?

Undangan Pernikahan fisik atau digital
Undangan Pernikahan fisik atau digital

Undangan Pernikahan fisik atau digital – Masih dalam rangkaian postingan cerita persiapan acara pernikahan saya sebulan lalu, kali ini saya mau share soal pengalaman dalam menentukan undangan pernikahan. Maapkeun ya kalo postingannya lamaaaaaaa sekali tayangnya, lagi sok sibuk nih sekarang, jadi ya gitu deh, waktu ngeblognya berkurang drastis hehehe.

Well, undangan pernikahan menurut saya nih ya, bisa dibilang penting tapi kadang gak penting juga dalam sebuah acara pernikahan. Kegunaannya jelas, untuk mengundang sanak saudara dan rekanan agar mereka datang ke acara pernikahan kita tersebut. Tapi, undangan menjadi gak penting kalo harus dibikin super duper mahal. Menurut saya loh ya ini.

Nah, karena itulah, saat kemarin mempersiapkan acara pernikahan saya itu, saya memilih undangan yang murah meriah. Trus desainnya pengen yang simple, karena gak mau melenceng terlalu jauh dari konsep acara secara keseluruhan. Saya juga ingin ‘ikutan ribet’ dalam ngedesain undangan ini. Iya, saya ngedesain sendiri undangan pernikahannya. Mulai dari bikin konsep awal, trus ditolak keluarga, bikin konsep baru lagi, bawa ke percetakan untuk finishing dan cetak.

Dengan modal skill photoshop seadanya, akhirnya undangan pernikahannya jadi juga :

Pilihan warnanya udah jelas dong ya ndak jauh-jauh dari warna yang nantinya mendominasi acara pernikahan pink-ungu-broken white.

Nah, saat proses bikin undangan ini, yang agak ribet bin rempong adalah nyetak label nama dan masukin undangan ke plastiknya. Maklum lah ya, saya orangnya rada OCD teu puguh. Jadi semua harus rapi, harus sama rata, harus balance, harus indah dipandang mata deh pokoknya hahahahaha. Agak-agak gengges, tapi setelah semuanya kelar, ada kepuasan yang tiada terkira melihat undangan-undangan itu telah terbungkus plastik dengan cantiknya hihihi.

Selain undangan dalam bentuk fisik, saya dan Abang juga sepakat untuk membuat undangan dalam format digital. Bentuknya video berdurasi 30 detik. Video tersebut kami share ke teman-teman yang diundang melalui E-mail, WhatsApp, Line, Path dan social media lainnya.

Undangan digital ini sangat membantu kami mengurangi biaya percetakan undangan fisik. Jadi, undangan fisik diberikan untuk keluarga dan rekanan orang tua, dan juga beberapa relasi penting. Tapi untuk teman-teman yang sifatnya hore-hore, semua diundang menggunakan undangan digital ini. Di zaman digital sekarang ini, mulai bermunculan beraneka macam model undangan digital. Ada yang berupa video singkat seperti yang saya bikin itu, ada yang berupa foto yang diberikan info lengkap undangan, dan bahkan ada yang bikin website khusus undangan pernikahan. Tapi tetep ya, menurut saya undangan fisik is a must, terutama untuk kolega atau rekanan orang tua yang sepertinya masih terkesan “kurang menghargai” jika hanya diberikan undangan digital.
Nah, kalo kamu, ada pandangan lain gak soal undangan pernikahan? Pilih undangan versi apa? Fisik atau digital?